Modal Rp 63 Triliun, Uni Emirat Arab Wakili Islam ke Mars

edit
Mars Rover (wikipedia)

UEA menginvestasikan dana sebesar Dh 20 miliar atau sekitar Rp 63,79 triliun, untuk misi ini. "Kami memiliki keyakinan besar kepada Allah dan pada bakat pemuda kami," kata Shaikh Khalifa.
Uni Emirat Arab (UEA) meramaikan persaingan menuju ruang angkasa. Negara di Semenanjung Arab ini tengah menggodok proyek mengirim misi ke Mars pada tahun 2021. Dengan proyek ini, UEA menjadi negara Arab pertama yang memiliki program ke planet lain.
Laman Gulf News, Kamis 17 Juli 2014, memberitakan, UEA akan membentuk Badan Ruang Angkasa baru untuk mengkoordinasikan proyek tersebut. Badan ini nantinya akan mengembangkan teknlogi dan mengawasi misi ke Mars ini.
Dengan proyek ini, UEA menjadi satu dari sembilan negara yang memiliki program ruang angkasa ke Planet Merah itu. Perjalanan selama sembilan bulan dan menempuh jarak 92 juta kilometer menuju Mars akan dilakukan bertepatan dengan ulang tahun pembentukan UEAyang dideklarasikan pada 2 Desember 1971 ini.
"Misi ke Mars mewakili dunia Islam dalam eksplorasi ruang angkasa. Kami akan membuktikan kami mampu memberikan kontribusi ilmiah baru pada umat manusia," tutur Presiden Shaikh Khalifa Bin Zayed Al Nahyan.
"Tujuan UEA adalah untuk membangun kemampuan teknis dan intelektual dalam bidang kedirgantaraan dan eksplorasi ruang angkasa dan untuk memasuki industri luar angkasa dan memanfaatkan teknologi dengan cara meningkatkan rencana pembangunan negara," tambah dia.
Sementara itu, Wakil Presiden sekaligus Perdana Menter UEA, Shaikh Mohammad Bin Rashid Al Maktoum, menambahkan negaranya terus berkembang, meski wilayah Timur Tengah dirundung berbagai konflik. Menurut dia, rencana ini menjadi bukti betapa peran bangsa Arab pada permbangunan umat manusia tidaklah kecil.
"Wilayah kami adalah wilayah peradaban. Takdir kami adalah, sekali lagi, untuk mengeksplorasi, menciptakan, membangun, dan berbudaya," tutur Al Maktoum yang juga sebagai penguasa Dubai itu.
"Kami memilih epik ke Marstantangannya menginspirasi dan memotivasi kami. Saat kita berhenti melawan tantangan, saat itulah kita berhenti maju ke depan," tamabah Al Maktoum.
Misi ini akan dipimpin oleh negara dan UEA akan meningkatkan kemampuan sumber daya manusia dengan transfer pengetahuan dari negara-negara sahabat. UEA juga akan meningkatkan pengetahuan mereka tentang eksplorasi ruang angkasa dan jarak planet-planet.
Proyek ruang angkasa ini akan menjadi titik balik bagi pembangunan UEA, mendirikan sektor teknologi luar angkasa sebagai kunci komponen ekonomi nasional pada tahun-tahun mendatang. Untuk proyek ini, investasinya memang cukup besar.
UEA menginvestasikan dana sebesar Dh 20 miliar atau sekitar Rp 63,79 triliun, untuk misi ini, termasuk satelit, stasiun televisi, Satelit komunikasi Al Yah, perusahaan satelit komunikasi selular, Satelit Telekomunikasi Thuraya, dan sistem observasi dan pemetaan bumi.
Secara global, teknologi ruang angkasa akan meningkat secara tajam untuk kepentingan ekonomi dan keamanan UEA, sebab proyek ini integral dengan sektor-sektor lainnya.Sektor ini merupakan bagian integral dari banyak aspek kehidupan, seperti telekomunikasi dan navigasi untuk penyiaran dan pemantauan cuaca dan bencana alam.
"Kami bertujuan agar UEA berada di antara negara-negara terkemuka dalam bidang kedirgantaraan pada tahun 2021. Kami memiliki keyakinan besar kepada Allah dan pada bakat pemuda kami. Kami memiliki tekad yang kuat, ambisi terbesar, dan rencana jelas untuk meraih target kami," ujar Shaikh Khalifa.
Previous
Next Post »

1 komentar:

Click here for komentar
July 20, 2014 at 7:10 AM ×

islam semakin ke sini semakin menunjukkan ketangguhannya

Selamat Habibullah Al Faruq dapat PERTAMAX...! Silahkan antri di pom terdekat heheheh...
Balas
avatar
admin

NO SARA, NO RASIS, Jika belum punya akun BLOGGER silahkan komentar dengan pilihan ANOYMOUS Out Of Topic Show Konversi KodeHide Konversi Kode Show EmoticonHide Emoticon

Thanks for your comment